27 Peserta Pelatihan Video Jurnalistik FIKOM WM Sampaikan Ide Liar

Sesi Komposisi Gambar Disampaikan Pada Peserta (Foto: Rizky)

“Saya merekam pakai hape. Waktu saya zoom kok pecah ya gambarnya?” lagi-lagi Leo bertanya. Sudah beberapa kali dia bertanya pada pelatihan Video Jurnalistik di kampus Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Widya Mandala Surabaya. Pertanyaan yang diajukan menunjukkan antusiasmenya sebagai peserta. Tapi bukan berarti bahwa peserta lain yang tidak bertanya tidak antusias.

Antusiasme peserta justru muncul saat menyampaikan usulan liputan di sesi akhir pelatihan hari itu. Pelatihan diadakan pada 1, 8, dan 15 Februari 2018. Pada hari pertama, ide-ide liar dengan riset yang cukup diinventarisir untuk dijadikan tugas wajib para peserta yang sudah dibagi dalam kelompok.

Dalam pelatihan itu, peserta belajar tentang komposisi gambar dan perencanaan liputan. Dalam pembahasan komposisi gambar, peserta tidak hanya mendapat teori tapi juga ditunjukkan sejumlah contoh-contoh liputan yang memenuhi standar komposisi gambar televisi.

27 peserta yang terdiri dari mahasiswa Fikom semester dua tersebut juga mendapat penjelasan tentang perencanaan liputan. Tanpa riset, mustahil sebuah lputan akan berjalan dengan baik. Riset merupakan langkah awal liputan. Karena dalam riset yang kuat, tim liputan akan mendapat gambaran jelas tentang suatu tema dari narasumber yang disiapkan.

Tidak hanya menyiapkan tema dan narasumber, riset juga bisa menentukan bagaimana liputan akan dibuat. Selain riset, survey juga tak kalah penting. Dalam era keterbukaan saat ini, survey belum tentu harus dilakukan ke lokasi. Jika memungkinkan, survey bsia dilakukan ke okasi yang akan dijadikan tempat liputan.

Tapi jika lokasi jauh, di luar Jawa atau luar negeri bahkan, survey bisa dilakukan melalui jejaring yang kita miliki dan mengonfirmasi ke narasumber.

Di sesi akhir di hari pertama pelatihan, para peserta yang sudah dibagi dalam kelompok, mengajukan satu ide liputan, dan satu ide cadangan. Cadangan diperlukan jika ide pertama tidak bisa dikerjakan karena suatu hal. Tiap kelompok yang terdiri dari tiga orang itu didampingi oleh satu orang mentor dari mahasiswa senior.Topik-topik liputan antara lain, ECOTON, Komunitas Olah Raga Calistenic, Kuliner, Wisata Buku Tua Kampoeng Ilmu, dan banyak lagi. Pada pertemuan kedua nanti, peserta akan mendapat materi tentang penulisan naskah televisi dan editing.

 

Berita diambil dari laman Ring Fokus

Post Comment