Pelatihan Video Jurnalistik Bersama PPMI Surabaya

Sesi tanya jawab di peltaihan video jurnalistik
(foto: Abu Amansyach)

Membuat liputan video tidaklah mudah. Jika ada pihak yang mengatakan membuat liputan video mudah, maka Andreas Wicaksono mengatakan tidak mudah. Meski tidak mudah tapi bukan tidak mungkin dibuat.

Meski sulit, membuat berita video penting di era sekarang. Karena rata-rata pengguna ponsel pintar mengakses Youtube untuk mendapatkan informasi maupun hiburan. Padahal pembuat video di youtube belum tentu memenuhi standar pengambilan gambar video. Akibatnya selain komposisi gambar yang berantakan, informasi yang disampaikan juga tidak mengena.

AJI Surabaya mengutus anggotanya yang juga jurnalis CNN Indonesia ini untuk memberi pelatihan pada para mahasiswa. Dua puluh enam mahasiswa dalam tujuh Lembaga Pers Mahasiswa, mengikuti pelatihan ini. Seluruh LPM tersebut tergabung dalam PPMI (Perhimpunan Pers mahasiswa Indonesia) Dewan Kota Surabaya.

Ada dua kali pertemuan dalam pelatihan itu. Pertemuan pertama diadakan Selasa, 28 November 2017 di kampus universitas DR Soetomo (UNITOMO), dan pertemuan kedua diadakan Selasa, 5 Desember 2017.

Pada pertemuan pertama dikupas teori dasar video jurnalistik, editing, dan perencanaan liputan televisi. Kemudian seluruh LPM yang hadir diberi tugas membuat satu liputan untuk dipresentasikan dan dievaluasi pada pertemuan kedua. Nantinya untuk membiasakan liputan berplatform video, maka tiap LPM diminta membuat minimal dua liputan dalam setahun. AJI Surabaya berencana mengadakan pelatihan serupa di berbagai Lembaga Pers Mahasiswa lain.

Post Comment