Jurnalis Bukan Juru Kampanye Pilkada

Anggota AJI se-Jawa Timur aksi di depan Balai Kota Malang, Minggu (6/9/2015)
Anggota AJI se-Jawa Timur aksi di depan Balai Kota Malang, Minggu (6/9/2015)

Malang – Puluhan wartawan se-Jawa Timur yang terhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendeklarasikan pengawalan terhadap Pilkada serentak 2015 di 17 kota/kabupaten di Jatim.

Mereka mengajak seluruh jurnalis tetap menjaga independensinya, serta tidak berpihak pada peserta pilkada dengan tidak menjadi tim sukses. “Jurnalis bukan juru kampanye. Hidup jurnalis independen!,” kata Ketua AJI Malang, Hari Istiawan, dalam orasinya di depan gedung Balai Kota Malang, Minggu (6/8/2015) petang.

Para Jurnalis menyerukan pada seluruh rekan-rekan jurnalis agar tidak menjadi partisan atau terlibat dalam tim sukses pasangan calon peserta pilkada. “Ini salah satu bentuk kampanye AJI yang tergabung dari 5 kota, Malang, Bojonegoro, Jember, Kediri dan Surabaya, untuk mengkampanyekan agar media dan jurnalis tidak terlibat dalam pilkada serentak,” ujarnya.

Menurutnya, momentum pilkada serentak di 2015 ini menjadi ujian terhadap independensi jurnalis. “Pilkada serentak ini syarat sekali terjadi perselingkuhan antara media, jurnalis dengan pasangan calon. Jika hal itu terjadi maka akan berdampak kerugian bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi sebenar-benarnya dari seorang jurnalis dan media,” kata Hari Istiawan, usai melakukan aksi deklarasi.

AJI juga akan melakukan monitoring dan pengawasan konten media. Selain membawa berbagai poster kampanye, para jurnalis juga melepaskan burung Pipit sebagai simbol jurnalis bebas dari berbagai kepentingan. (beritajatim.com)

Post Comment