AJI Surabaya Punya Ketua Baru

Ketua AJI Surabaya Prasto Wardoyo (kiri) dan Witanto (kanan) sekretaris  terpilih, Sabtu (4/1/2014)
Ketua AJI Surabaya Prasto Wardoyo (kiri) dan Witanto (kanan) sekretaris terpilih, Sabtu (4/1/2014)

Prasto Wardoyo dan Witanto terpilih menjadi Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya periode 2014-2017 dalam konferensi kota (konferta) ke-8 yang digelar di kantor AJI Surabaya, Sabtu (4/1/2014).

Prasto, jurnalis Reuters TV dan Witanto dari Jurnal Nasional ini terpilih dalam proses pemungutan suara yang dilakukan dalam suasana kekeluargaan.

Bahkan, Prasto terpilih secara aklamasi karena hampir seluruh anggota AJI Surabaya menghendaki dirinya memengang kepemimpinan di organisasi itu.

Proses pemilihan sendiri diawali dengan penjaringan. Saat itu, ada dua nama yang muncul yaitu Prasto Wardoyo dan Amir Tedjo, reporter Jakarta Globe. Sayang Amir memilih mundur sehingga seluruh peserta Konferta langsung bersepakat mengangkat Prasto menjadi ketua.

Sedangkan pemilihan Sekretaris terpaksa dilakukan dengan voting tertutup karena ada dua nama yang muncul yaitu Witanto dan Yovinus Guntur yang merupakan jurnalis liputan6.com.

Setelah dilakukan voting, Witanto dipercaya untuk mendampingi Prasto memimpin AJI Surabaya dalam kurun tiga tahun ke depan.

Baik ketua dan sekretaris terpilih selanjutnya diberi waktu selama sepekan untuk segera menyusun kepengurusan yang akan mendampingi mereka.

Selain memilih ketua dan sekretaris, konferta kali ini didahului dengan laporan pertanggung jawaban pengurus lama kepemimpinan Rudi Hartono, jurnalis Surya danĀ  Tumpal Sulaiman, produser Sindo Radio.

Sekadar diketahui, AJI merupakan organisasi yang didirikan pada 7 Agustus 1994 melalui Deklarasi Sinargalih. AJI setidaknya hanya memiliki dua kepengurusan yaitu di tingkat pusat yaitu AJI Indonesia, serta di tingkat daerah yang diwakili AJI Kota, sehingga AJI tidak mengenal kepengurusan untuk tingkat provinsi. (rudy hartono/ss.net)